Surat Pernyataan Pembatalan Jual Beli Tanah
Berita
Riger  

Surat Pernyataan Pembatalan Jual Beli Tanah

Setiap orang saat ini ingin memiliki sebidang tanah. Tujuan masyarakat saat ini juga tergolong berbeda ada yang untuk ekonomi, aset, dan lainnya. Salah satu bentuk yang dilakukan akhir-akhir ini yaitu melakukan transaksi jual beli tanah.

 

Syarat yang Harus Dipenuhi dalam Surat Pernyataan Pembatalan Jual Beli Tanah

Melakukan transaksi jual beli tanah sudah tak asing terdengar. Dokumen yang diperlukan juga banyak sehingga harus melengkapi dalam kedua pihak untuk melakukan transaksi. Berikut merupakan syarat pernyataan pembatalan jual beli tanah di blog informasi hukum justika yaitu.

1. Saksi

Melakukan transaksi pada awalnya akan berhubungan dengan saksi. Kehadiran saksi juga dibutuhkan saat melakukan pembatalan jual beli tanah. Hal ini untuk melihat apakah terjadi kesalahan saat melakukan tanda tangan.

2. Dokumen

Zaman digital sekalipun penggunaan dokumen tetap akan digunakan. Berkas pembelian kemarin akan diberikan serta membuat surat pernyataan pembatalan beli tanah. Seluruh berkas terkait pembatalan juga harus dibawa saat melakukan pengajuan.

3. Tanda Tangan

Surat pernyataan terkait pembelian tanah kemarin harus diserahkan kembali sebagai barang bukti. Membuat surat baru terkait pembatalan beli tanah disertai dengan tanda tangan. Wajib untuk memakai materai sebagai legalitas yang telah dilakukan.

4. Identitas

Identitas saat melakukan pembelian kemarin harus disertakan. Penjual maupun pembeli harus terlibat dengan membawa seperti NIK, KTP, Domisili dan lainnya. Bukti identitas tersebut berguna agar melihat apakah orang yang bersangkutan sama dengan saat beli tanah kemarin.

Surat Pernyataan Pembatalan Jual Beli Tanah

Sebab Terjadi Pembatalan Jual Beli Tanah

Perjanjian merupakan ikatan antara kedua belah pihak yang menyetujui akan suatu keputusan. Persetujuan kedua pihak dalam membeli tanah tersebut dapat memberikan kesempatan secara bebas. Berikut merupakan sebab terjadinya pembatalan jual beli tanah.

1. Penipuan

Hingga saat ini kasus penipuan menjadi permasalahan yang tak kunjung henti. Iming-iming harta serta janji untuk membeli tanah sudah dilakukan untuk membujuk lawan agar mendapatkan keuntungan. Hal ini dapat merugikan pihak penjual sendiri.

Penipuan dapat terjadi pada 1 pihak dengan sengaja memberikan keterangan palsu. Hal ini dibenarkan disertai dengan tipu muslihat dengan cara membujuk rayu pihak lawan memberikan izin. Pihak yang menipu bahkan harus menjerumuskan lawannya ke hukum.

2. Kekhilafan

Khilaf menjadi alasan pembatalan jual beli tanah terjadi. Proses keliru ini dapat memicu hal pokok sesuai dengan perjanjian atau bersifat penting dari tanah tersebut. Tindakan khilaf biasa terjadi karena hal yang tidak disengaja, namun merugikan satu pihak tertentu.

Kekhilafan tersebut harus diketahui oleh lawan. Setidaknya untuk mengajak pembeli berbicara secara 4 mata dan memberikan keterangan yang sangat jelas. Tentu merugikan bagi penjual, namun kondisi yang tidak memungkinkan sudah terjadi terlebih dahulu.

3. Paksaan

Tindakan paksaan menjadi salah satu alasan muncul mengapa terjadi pembatalan jual beli tanah. Perjanjian yang telah dibuat dengan kedua belah pihak bahkan tidak digubris sehingga hanya menerima hasilnya saja. Tindakan tersebut bisa saja merugikan 1 pihak tertentu.

Muncul paksaan tersebut bisa saja dalam sisi rohani ataupun jiwa. Sebagai contoh ketika 1 pihak diancam atau ditakut takuti dengan sesuatu hal yang tidak mengenakan. Kasus diatas akhirnya berujung untuk menyetujui perjanjian tersebut tanpa bisa menghindar sedikit saja.

 

Berikut merupakan hal yang harus dilakukan saat terjadi pembatalan beli tanah. Surat pernyataan pembatalan jual beli tanah harus dilampirkan sesuai dengan kesepakatan. Permasalahan tersebut harus diselesaikan secara baik tanpa ada dendam nantinya.