Tips
Riger  

Pengolahan Batok Kelapa

Pengolahan batok kelapa merupakan salah satu contoh bisnis di bidang limbah yaitu penggunaan batok kelapa untuk menghasilkan berbagai produk. Kerajinan batok kelapa dapat membuat berbagai macam produk yang bermanfaat, seperti mangkok, piring, sendok, asbak, cangkir, dll.

Batok kelapa adalah limbah yang diperoleh dari pohon kelapa yang diolah dagingnya. Umumnya limbah batok kelapa digunakan sebagai bahan bakar ikan, batu bata dan lain lain. Kini sisa sisa batok kelapa bisa dijadikan kerajinan yang mempunyai nilai jual sangat tinggi. Banyak barang unik, menarik dan fungsional yang bisa dibuat dari batok kelapa.

Selain bahannya mudah ditemukan, limbah batok kelapa juga terlihat cantik dan cocok untuk dekorasi interior, sehingga menambah nilai estetika alam karena warnanya yang coklat menyatu dengan alam.

Kerajinan dari batok kelapa membutuhkan keahlian khusus dan kemauan yang besar untuk menciptakan kerajinan yang bernilai seni.

 

Produk Kerajinan dari Batok Kelapa

Banyak orang beranggapan bahwa batok kelapa merupakan limbah yang dapat mencemari lingkungan. Tetapi, ketika diubah menjadi produk yang bagus, itu bisa memiliki nilai jual yang tinggi.

Berbagai produk kerajinan dapat dibuat dari sisa batok kelapa, misalnya seperti souvenir pesta pernikahan, perabotan rumah tangga, sendok sayur, wadah saus, wadah minuman, wadah air, asbak rokok, mangkok dan piring.

Tidak hanya itu, berbagai aksesoris seperti kalung, rambut, kancing baju, patung, gantungan kunci, bunga, miniatur kendaraan, ukiran, ikat pinggang, selop, tas, dll juga dapat dibuat dari limbah batok kelapa.

Potensi Pangsa Pasar

Potensi pasar untuk ekspor produk kerajinan batok kelapa masih tinggi. Di negara barat, produk batok kelapa dibutuhkan untuk memanggang (memasak) daging. Di Timur Tengah, arang batok lebih sering digunakan untuk "merokok" atau shisha. Sedangkan di Asia, seperti Jepang dan Korea Selatan, arang batok digunakan untuk mengolah masakan di restoran.

Arang batok kelapa dianggap lebih mudah tersedia di pasar dunia, terutama di negara barat. Produk ini lebih mudah digunakan. Kualitasnya dinilai lebih baik dari arang mangrove. Produk arang batok kelapa juga dinilai lebih ramah lingkungan karena tidak merusak tumbuhan seperti mangrove.

Selain itu, pemanasan global merupakan isu yang sangat sensitif di negara barat. Menurut Tarmani, CEO Avava Group yang membawahi PT GCI, arang batok kelapa yang diproduksi PT GCI biasanya berganti ganti brand name oleh pembeli. Tetapi, PT menuntut agar label tetap bertuliskan "made in Indonesia".

Jika tidak mencantumkan "Made in Indonesia", maka PT GCI akan membatalkan pesanan tersebut. – Label buatan Indonesia harus dicantumkan. Ini kebanggaan. Produk batu bara sampai ke Eropa dan negara lain," kata Tarman. PT GCI saat ini berencana untuk memperluas produksi karena situasi pesanan yang meningkat.

Pada sekitar tahun 2009, Tarman mengatakan perusahaannya mengakuisisi dan melanjutkan bisnis arang batok kelapa. Pemasaran terus berlanjut, dengan peluang ekspor yang cukup besar, permintaan bahan baku batok kelapa juga akan meningkat. Pelaku usaha kecil dan menengah juga harus menggunakan kesempatan ini untuk mendaur ulang batok kelapa.

Arang bisa dibuat dari batok kelapa yang diperoleh dari tempurung kelapa juga dapat diolah sebagai bahan baku industri menengah untuk menghasilkan produk arang batok yang memiliki pasar mancanegara.

 

Untuk anda yang kesusahan dalam proses pengupasan bisa menggunakan mesin pengupas kelapa. Karena mesin pengupas batok kelapa ini bisa mempermudah produksi tempurung kelapa anda.